BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Alam semesta ini diciptakan dalam keadaan yang teratur rapi.
Keteraturan gerakan bintang termasuk
matahari, planet, satelit, komet dan benda langit lainnya menyebabkan gerakan
benda–benda tersebut dapat dipelajari dengan seksama. Dengan memahami gerakan
benda–benda langit tersebut, manusia dapat memperkirakan peristiwa– peristiwa
yang terjadi di masa depan dengan akurat. Kapan matahari terbenam, terjadi bulan
purnama, gerhana matahari dan lain-lain dapat dihitung dengan ketelitian
tinggi. Untuk memudahkan pemahaman terhadap posisi benda–benda langit,
diperkenalkan beberapa sistem koordinat. Setiap sistem koordinat memiliki
koordinat masing–masing. Posisi benda langit seperti matahari dapat dinyatakan
dalam sistem koordinat tertentu. Selanjutnya nilainya dapat diubah ke dalam
sistem koordinat yang lain melalui suatu transformasi koordinat.
Untuk menyatakan letak suatu benda langit diperlukan suatu tata koordinat
yang dapat menyatakan secara pasti kedudukan benda langit tersebut. Tata
koordinat tersebut terdiri dari tata koordinat horison, tata koordinat ekuator,dan
tata koordinat ekliptika. Tiap-tiap tata koordinat tentunya memiliki cara
penggunaan sistem yang berbeda serta terdapatnya berbagai macam keuntungan dan
kelemahan dalam penggunaan sistem tersebut. Dengan demikian penggunaan suatu
sistem koordinat bergantung pada hasil yang kita inginkan, apakah hasil yang
didapat ingin digunakan untuk waktu sesaat atau untuk waktu yang lama dan dapat
dipakai secara universal.
B.
Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah:
Adapun rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah:
1. Mengapa tata koordinat bola langit digunakan untuk menentukan posisi
bintang ?
2. Bagaimana menentukan posisi benda langit berdasarkan tata
koordinat bola langit ?
3. Tata koordinat apa saja yang digunakan pengamat untuk menentukan
posisi benda langit ?
4. Factor apa saja yang mempengaruhi pengamat dalam menentukan posisi
benda langit ?
BAB II
PEMBAHASAN
1.
PENGERTIAN SISTEM KOORDINAT
LANGIT
Sistem Koordinat
langit diterjemahkan sebagai nilai dalam suatu tatanan referensi yang
dipergunakan untuk menentukan kedudukan benda langit dalam bola langit.
Sedangkan bola langit adalah sebuah bola dengan jari-jari tak terhingga dan
berpusat di pusat bumi, dari bumi semua benda langit diproyeksikan ke bola
langit. Ia adalah lingkaran khayal yang merupakan batas pandangan mata pengamat
ke angkasa tempat benda-benda langit yang seolah-olah menempel pada langi.
Sedangkan dalam keterangan lain disebutkan bahwa bola langit adalah ruangan
yang maha luas yang berbentuk bola yang dapat kita lihat sehari-hari tempat
matahari, bulan, dan bintang-bintang bergeser setiap saat. Bintang-bintang itu
dilihat seolah-olah berserak disebuah kulit bola sebelah dalam, walaupun letak
sesungguhnya sangat berjauhan.
Koordinat yang diperlukan untuk menggambarkan posisi suatu benda langit
disebut koordinat bola langit. Untuk menyatakan letak suatu benda langit
diperlukan suatu tata koordinat yang dapat menyatakan secara pasti kedudukan
benda langit tersebut. Tata koordinat tersebut terdiri dari tata koordinat
horison, tata koordinat ekuator, dan tata koordinat ekliptika. Tiap-tiap tata
koordinat tentunya memiliki cara penggunaan sistem yang berbeda serta
terdapatnya berbagai macam keuntungan dan kelemahan dalam penggunaan sistem
tersebut. Dengan demikian penggunaan suatu sistem koordinat bergantung pada
hasil yang kita inginkan, apakah hasil yang didapat ingin digunakan untuk waktu
sesaat atau untuk waktu yang lama dan dapat dipakai secara universal.
Dalam menentukan posisi benda langit tentunya kita harus menentukan
terlebih dahulu tempat atau benda yang akan menjadi acuan dalam pengamatan
sehingga, kita dapat dengan mudah dalam menentukan posisi benda yang akan diteliti. Tentunya dari
ketiga jenis koordinat
bola langit yang akan dijelaskan untuk titik acuan di tentukan oleh pengamat
itu sendiri, artinya tergantung posisi sipengamat itu sendiri berada di daerah
mana dan disebelah mana.
Bola langit adalah bola khayal dengan radius tak hingga yang tampak
berotasi, konsentrik dan koaksial dengan bumi, dan semua obyek langit
dibayangkan berada pada kulit bola sebelah dalam. Bola langit digunakan untuk
menentukan posisi benda-benda langit sehingga memudahkan dalam pengamatan.
Untuk menyatakan letak suatu benda langit diperlukan suatu tata koordinat yang
dapat menyatakan secara pasti kedudukan benda langit. Pada intinya tata koordinat
langit hanya menaruh perhatian pada “arah” letak sebuah benda langit saja, dan
tidak memperhitungkan jarak benda langit tersebut.
2.
MACAM-MACAM TATA KOORDINAT
LANGIT
1.
Tata Koordinat Horison
a.
Dasar Sistem Koordinator
Horison
Tata koordinat ini adalah tata
koordinat yang paling sederhana dan paling mudah dipahami. Tetapi tata
koordinat ini sangat terbatas, yaitu hanya dapat menyatakan posisi benda langit
pada satu saat tertentu, untuk saat yang berbeda tata koordinat ini tidak dapat
memberikan hubungan yang mudah dengan posisi benda langit sebelumnya. Karena
itu menyatakan saat benda langit pada posisi itu sangat diperlukan dan tata
koordinat lain diperlukan agar dapat memberikan hubungan dengan posisi sebelum
dan sesudahnya.
Bola langit dapat dibagi menjadi dua bagian sama besar oleh satu bidang
yang melalui pusat bola itu, menjadi bagian atas dan bagian bawah. Bidang itu
adalah bidang horisontal yang membentuk lingkaran horizon pada permukaan bola,
dan bagian atas adalah letak benda-benda langit yang tampak, dan bagian
bawahnya adalah letak dari benda-benda langit yang tidak terlihat saat itu.
Horizon adalah batas pemandangan atau
kaki langit, merupakan pertemuan
antara kaki langit dan permukaan bumi, garis ini membentuk lingkaran dengan
titik pusat dimana kita berdiri,
sebagian bola langit berada di atas dan sebagian lagi ada dibawah horizon,
sehingga dapat kita bayangkan bola langit yang
besar dengan bumi dengan sebagai
pusatnya (seperti pada gambar di atas).
b. Macam-macam Horizon
Untuk memudahkan horizon dibagi atas
3 jenis berdasarkan pandangan kita terhadap pandangan kita antara langit dan
bumi.
1. Horizon
Kodrat (alam).
Apabila kita
berdiri disebuah tanah
yang luas dan datar atau ditengah
samudra/laut, kita melihat seolah-olah
kubah langit bertemu dengan permukaan bumi. Perpotongan lengkung langit dengan
bidang datar ini disebut horizon kodrat. Horizon Kodrat akan berubah sesuai
dengan kedudukan dari si pengamat. Makin tinggi tempat si pengamat maka makin
rendah horizon kodrat.
2. Horizon Astronomi
Untuk menentukan letak benda-benda dilangit maka kita
harus menggunakan bidang datar yang tidak brubah-ubah dan tidak tergantung
kepada sipengamat. Horizon astronomi adalah tempat bidang yang datar yang
dibuat dari mata si pengamat sampai menyentuh lengkung langit.
3. Horizon Sejati
Horizon sejati adalah bidang datar yang ditarik
memotong melalui titik pusat bumi dan memotong garis vertikal tegak lurus
(90').
Di samping ke-3 tersebut diatas kita mengenal titik Zenit yang ada
tepat diatas kita (tempat berdiri) dan titik yang berada dibawah kaki kita
terus menembus bola langit yang berada dibawah disebut nadir.titik nadir dan
zenith dihubungkan dengan garis lurus melalui tempat kita berdiri dan tentu
saja melalui pusat bumi.
2. Tata Koordinat Ekuator
a. Dasar Sistem
Koordinat Ekuator
Koordinat ekuator adalah suatu sistem lingkaran yang dibentuk untuk
mengetahui panjatan tegak benda langit (asensio rekta) dan deklinasi pada bola
langit. Pada sistem koordinat ekuator, koordinat yang digunakan adalah
koordinat Aksensiorekta (
) dan Deklinasi (
). Aksensiorekta adalah panjang
busur yang dihitung dari titik Aries atau disebut juga dengan titik gamma (
) pada lingkaran ekuator langit
sampai ke titik kaki dengan arah penelusuran ke arah timur, dengan rentang
antara 0 s.d. 24 jam atau 00 s.d. 3600. Sedangkan deklinasi
adalah panjang busur dari titik kaki pada lingkaran ekuator langit ke arah
kutub langit sampai ke letak benda pada bola langit. Deklinasi bernilai positif
jika ke arah KLU dan bernilai negatif jika ke arah KLS, dengan rentang antara 00
s.d. 900 atau 00 s.d. -900.
Dalam penggunaan sistem koordinat ekuator, terdapat hubungan antara waktu
matahari dengan waktu bintang (waktu sideris). Dimana Waktu Menengah Matahari
(WMM) = sudut jam Matahari + 12 jam. Hubungan ini tentunya berkaitan juga
dengan tanggal-tanggal istimewa titik Aries terhadap Matahari.
Sistem koordinat ini dapat menyatakan letak benda
langit dalam skala waktu relatif panjang. Sekalipun perubahan unsur-unsur
koordinatnya relatif kecil terhadap waktu.
Dalam setiap pembahasan sistem koordinat benda langit, setiap benda langit
selalu dipandang terproyeksi pada suatu bidang bola khayal yang digambarkan
sebagai bola langit. Bola yang memuat bidang khayal tersebut disebut bola
langit. Ukuran bola Bumi diabaikan terhadap bola langit sehingga setiap
pengamat di muka Bumi dianggap berada di pusat bola langit.
b. Kegunaan
Sistem Koordinat Ekuator
1). Sudut
Jam Bintang Lokal ( SJBL) adalah panjang busur dalam jam (1 jam =
150 busur dan 1 derajat = 4 menit), dihitung dari titik kulminasi
atasnya pada meridian langit ke arah barat.
2). Jam
bintang adalah sudut jam bintang titik Aries.
3). Sudut
jam bintang lokal = Jam bintang – Asensio Rekta.
4). Koordinat
ekuator bersifat universal dan standar. Sistem koordinat ini umumya
dipakai dalam astronomi karena tidak terpengaruh oleh
letak dan waktu pengamat di permukaan bumi.
Dalam penggunaan keperluan praktis umumnya sistem koordinat ekuator ini
seringkali dinyatakan dalam koordinat sudut jam lokal (t) dan deklinasi (
.
3. Sistem Koordinat Ekliptika
Koordinat
ekliptika adalah suatu sistem lingkaran yang dibentuk untuk mengetahui bujur
ekliptika dan lintang ekliptika pada bola langit. Koordinat ekliptika
terdiri dari bujur ekliptika (l) dan lintang
ekliptika (b).Pada
sistem koordinat ini, bumi menjadi pusat koordinat. Matahari dan planet-planet
lainnya nampak bergerak mengitari bumi.
Bujur ekliptika adalah panjang busur yang diukur
dari titik Aries ke arah timur sepanjang lingkaran ekliptika
sampai ke titik kaki langit (K). Ekliptika
adalah jalur yang dilalui oleh suatu benda dalam mengelilingi suatu titik pusat
sistem koordinat tertentu.
Sistem Koordinat Ekliptika Heliosentrik dan Sistem Koordinat Ekliptika
Geosentrik sebenarnya identik. Yang membedakan keduanya hanyalah manakah yang
menjadi pusat koordinat. Pada Sistem Koordinat Ekliptika Heliosentrik, yang
menjadi pusat koordinat adalah matahari (helio = matahari). Sedangkan pada
Sistem Koordinat Ekliptika Geosentrik, yang menjadi pusat koordinat adalah bumi
(geo = bumi). Karena itu keduanya dapat digabungkan menjadi Sistem Koordinat
Ekliptika. Pada Sistem Koordinat Ekliptika, yang menjadi bidang datar sebagai
referensi adalah bidang orbit bumi mengitari matahari (heliosentrik) yang juga
sama dengan bidang orbit matahari mengitari bumi (geosentrik).
III. PENUTUP
A. KESIMPULAN
Sistem koordinat langit terdiri
dari tata koordinat horison, tata koordinat ekuator dan tata koordinat ekliptika. Tiap-tiap tata
koordinat memiliki cara penggunaan sistem yang berbeda serta terdapatnya
berbagai macam keuntungan dan kelemahan dalam penggunaan sistem tersebut. Koordinat horizon mudah untuk
dilukis tetapi hanya dapat digunakan pada waktu dan tempat tertentu saja (dalam
kurun waktu yang pendek). Koordinat ekuator dapat digunakan dalam jangka waktu
yang lama, tetapi cara melukisnya cukup rumit. Koordinat ekliptika
digunakan untuk menentukan kedudukan benda benda langit anggota tata surya seperti satelit, planet dan matahari karena
anggota tata surya kedudukannya tetap berada di selatan ekliptika. Pada intinya tata koordinat langit
hanya menaruh perhatian pada “arah” letak sebuah benda langit saja, dan tidak
memperhitungkan jarak benda langit tersebut.
B.SARAN
Dengan semakin
canggihnya ilmu pengetahuan dan teknologi, para astronom semakin terus
melakukan penelitian mengenai berbagai benda yang ada dilangit. Oleh sebab itu,
kita sebagai mahasiswa cukup dengan banyak menggali informasi mengenai
keberadaan benda-benda langit. Tentunya kita juga perlu mengetahui dan memahami
serta mampu menggambarkan posisi benda langit tersebut berada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar